Rabu, 30 April 2014

Tompi


Teuku Adi Fitrian atau akrab dengan sebutan Tompi adalah pria yang lahir di Lhokseumawe 22 September 35 tahun silam. Siapa yang mengira penyanyi multitalenta bersuara merdu dengan scat-singingnya ternyata adalah seorang dokter. Dia menyandang gelar Sp.BP, iya, dia adalah seorang dokter spesialis bedah plastik lulusan dari Universiitas Indonesia, menyanyi menurutnya adalah sebuah hobi untuk melepas kepenatan dalam menekuni profesi nya sebagai dokter.


Tompi datang ke jakarta pertama kali pada tahun 1997 untuk melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran UI, ketika kuliah tompi tertarik dengan kegiatan menyanyi di kampus, dari situlah dia mulai memberanikan diri untuk tampil, suaranya yang merdu mencuri perhatian berbagai pihak, salah satunya adalah Four Season Hotel yang menawari nya untuk menjadi house band di The Bar. Tidak sampai disitu, dia juga pernah menjadi seorang vokalis grup band CHEROKEE yang memberikan kesempatan tampil di Singapore selama 3 hari berturut-turut, penonton yang terhibur oleh penampilannya menjuluki tompi dengan sebutan SuperVocalist atau Supersound. Tompi pada waktu itu naik daun kemudian diajak bergabung dalam band etnis modern BALI LOUNGE yang tentunya sebagai vokalis, dan dari sinilah vokal tompi terasah hingga memiliki suara khas yang sering kita dengarkan. Tahun 2005 dia memutuskan untuk bersolo karir dan merilis album pertamanya yang berjudul "T".

Pada 1 September 2006 tompi mengakhiri masa lajangnya setelah menikahi Arti Indira yang sudah menjadi kekasihnya selama 6 tahun. Album solo keduanya dirilis pada tahun 2007,PLAYFULL uniknya dalam album ini terdapat lagu anak-anak berjudul balonku yang diaransemen ulang dengan gaya tompi, lagu ini dipersembahkan kepada anaknya Teuku Omar Dakari, yang lahir pada 4 November 2007.

Kesibukannya sebagai dokter tidak menghalanginya untuk berkarya menghasilkan lagu-lagu jazz terbaik dari seorang tompi, pada tahun 2008 dia sukses merilis album ketiganya yang berjudul HAPPY LIFE, yang menjadi hits dalam album ini adalah single Sedari dulu dan Menghujam jantungku.

Discography
(2003) Cherokee
(2004) Bali Lounge
(2005) T
(2006) Soulful Ramadhan
(2007) Playful
(2008) My Happy Life
(2009) Paris Jakarta Express
(2010) Tak Pernah Setengah Hati
(2011) Sounds of Ramadhan


Selasa, 29 April 2014

Jazz dan macamnya

Jazz adalah sebuah genre musik yang sudah lama eksis di dunia, jazz juga mampu bersaing dengan genre musik lain seperti rock, pop, alternative, R&B, reggae dsb. Musik jazz terkenal dengan alunan melodi yang slow, hal itu yang membuat musik jazz populer dan berkembang di seluruh dunia.

Setiap genre musik memiliki sejarah, begitu juga musik jazz. Seiring dengan perkembangan jaman musik jazz menjadi lebih variatif, ada sekitar 20 jenis aliran jazz, berikut ulasannya.



1. Ragtime
   Asal muasalnya musik jazz. Musik yang menyerupai musik afrika dengan beat dan tone yang menyerupai musik asli afrika. Vibrant, enthusiastic, and extemporaneous adalah ciri-ciri yang dapat dikenali

2. Classic Jazz
   Sering disebut dengan “New Orleans Style”. Aslinya berupa brass band yang ditampilkan di acara dance dan pesta-pesta diakhir tahun 1800-an dan awal 1900-an. Instrument musical dilengkapi dengan clarinet, saxophone, cornet, trombone, banjo, bass, guitar, drum dan piano. Improvisasi sangat ditekankan dalam permainannya dan aransemen musikal dapat berbeda dari setiap penampilannya.

3. Hot Jazz
   Jazz jenis ini dicirikan dengan penyanyi solo yang berimprovisasi, struktur melodi yang khas, dan biasanya mempunyai klimaks yang emosional dan “hot”. Rhytm sectionnya biasanya diiringi oleh gitar, bass, banjo, dan drum yang meningkat pelan-pelan sehingga mencapai klimaks (crescendo). Tokoh utama dari aliran ini, siapa lagi kalau bukan Louis Armstrong.

4. Chicago Style
   Chicago menjadi pusat kelahiran aliran ini yang inti utamanya adalah “inventive player”. Dikarakteristikkan dengan aransement yang inovatif dan harmonis, dan teknik pemainnya yang tinggi. Tokoh-tokoh utamanya antara lain Benny Goodman, Bud Freeman, Edie Condon, dan Gene Krupa.

5. Swing
   Tahun 1930-an menjadi awalnya swing. Karakteristik utamanya : robust and invigorating. Swing juga sering dikatakan musik dance. Walaupun bermain secara kolektif, sebuah band swing dapat menunjukkan performansi solo untuk mengimprovisasi melodi utamanya. Tokohnya banyak tapi yang sering dijuluki sebagai The King of Swing adalah Benny Goodman.

6. Kansas Style
   aliran ini lahir pada masa The Great Depression sekitar tahun 1920-an dan 1930-an di kota Kansas, USA. Karakteristiknya adalah gaya yang sangat soulful dan blues. Tokohnya antara lain Charlie Parker.

7. Gypsy Jazz
   Aslinya diperkenalkan oleh gitaris Perancis, Django Reinhardt. Sering dipengaruhi oleh musik rakyat (folk music) dari eropa timur. Sering juga dikenal dengan nama Jazz Manouche. Ciri utamanya adalah : languid, seductive feel, yang dikarakteristikkan dengan “quirky cadences” dan “driving rhytms”.


8. Bebop

   Berkembang di awal tahun 1940-an. Masih mengandalkan improvisasi, dalam bop seorang soloist bebas mengeksplorasi kord selama masih dalam struktur kord yang ada. Bebop berbeda dari swing, dan terlebih lagi musik dance. Bebop juga menjadi dasar bagi inovasi-inovasi dari musik jazz. Playernya antara lain : Charlie Parker (saxophon) dan Dizzi Gillespie (trumpet).

9. Mainstream
   Lahir kembali dari aliran musik jazz yang tidak terlalu mengikat pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Aliran ini sering disebut Modern Mainstream atau Post Bop, dan mempengaruhi aliran musik yang lain seperti Cool Jazz, Classic, dan Hardbop. Mainstream juga sering diklasifikasikan sebagai aliran jazz yang tidak terlalu berhubungan dengan aliran historis dari musik jazz.

10. Vocalese
    Sering disebut dengan jazz vokal. Mengkombinasikan lyric dan musik dalam suatu solo instrumental. Secara nature adalah bop, tapi diutamakan adalah nyanyian solo diiringi grup musik kecil atau ensembel. Playernya antara lain : Eddie Jefferson dan Jon Hendricks.

11. Cool
    Sering dikatakan sebagai “campuran” bebop dan swing jazz. Aliran ini terbentuk akhir 1940-an dan merupakan “anak kandung” bebop yang menggabungkan swing dalam tone yang harmonik dan dinamis. Dijuluki juga “West Coast Jazz”, karena inovasinya banyak berasal dari pantai barat USA, terutama kota Los Angeles.

12. Hard Bop
    Salah satu aliran lain dari jazz, yang merupakan anak dari aliran bebop. Melodi pada hardbop lebih bernuansa “soulful” dibandingkan bebop, dan terkadang dipengaruhi tema-tema musik Rhytm & Blues dan musik Gospel. Salah satu inovatornya adalah pianis Horace Silver.

13. Bossa Nova
    Campuran dari West Coast Cool, European Classical Harmonies, dan rhytm Samba Brasil. Sering disebut dengan nama Brasillian Jazz, dan berkembang di Amerika sekitar tahun 1962. Playernya antara lain Joao Gilberto, Antonio Carlos Jobim, dan di Amerika adalah Charlie Byrd dan Stan Getz.

14. Free Jazz
    Kadang disebut juga dengan “Avante Garde”. Solis dari free jazz bereksperimen dengan bebas (free) terhadap musiknya. Ornette Coleman dan John Coltrane adalah contohnya.

15. Soul Jazz
    Berasal dari Hardbop yang cukup terkenal di awal 1960-an. Berimprovisasi dengan chord progression, sama seperti bop. Tokohnya antara lain Horace Silver dengan piano Hammond-nya.

16. Groove
    Sering disebut “of-shoot of Soul Jazz”. Groove sering menggunakan tone-tone dari musik blues dengan fokus terutama pada rhytms. Musik ini bernuansa gembira dan sering menyentuh emosi pendengarnya untuk dance, sedangkan blues lebih lambat. Improvisasi solo jarang digunakan dan lebih mengandalkan musik kolektif.

17. Fusion
    Aliran ini merupakan campuran antara “jazz improvisation” dengan energi dan rhytm dari musik rock. Walaupun demikian, terkadang pencampuran ini sering dianggap merupakan bagian dari musik rock dan bukan jazz. Aliran ini juga merupakan semacam “pemberontakan” musisi jazz, khususnya aliran hardbop terhadap “puritan jazz”, yang seakan-akan menahbiskan bahwa jazz haruslah seperti yang sudah ada.

18. Afro-Cuban Jazz
    Sering disebut dengan nama Latin Jazz. Merupakan kombinasi dari improvisasi jazz dan rhytm musik latin. Instrumen musik yang digunakan sama dengan instrumen musik jazz pada umumnya, tetapi lebih terpusat pada rhytm section dari instrumen conga, timbale, bongo dan instrumen latin lainnya. Tokohnya antara lain Arturo Sandoval, Poncho Sanchez, dan Chucho Valdes.

19. Acid Jazz
    Acid Jazz sering dikatakan bukanlah genre musik jazz, karena keterikatannya yang lemah dengan sejarah musik jazz. Awalnya adalah musik dance British. Yang kemudian dikombinasikan dengan musik klasik jazz, Funk 70-an, Hip-hop, Soul dan musik latin, dimana yang menjadi fokus adalah musik instrumentalnya dan bukan lirik. Akhirnya menghasilkan musik yang kaya dgn improvisasi musik yang kesannya “campur baur”, dan sering disebut Acid Jazz. Acid Jazz adalah Jazz.


20. European Jazz

    Di akhir abad 20, musisi jazz Perancis dan negara-negara Skandinavia merasa bahwa ekspresi musik jazz amerika telah kehilangan “rasa”-nya di jaman sekarang ini. Itulah awal mereka menciptakan style baru yaitu European Jazz. Seperti Acid Jazz, european jazz berakar pada musik dance, dan mengkombinasikan dgn elemen-elemen house music (musik disco dgn basic Funk). Suara yg dihasilkan lebih bernuansa digitaly dan electronicaly dan terasa kontemporer. Tokohnya antara lain Bugge Wesseltoft, Nils Petter Molvaer, dan Martial Solal

JABBERLOOP


Grup band jazz asal Jepang yang mengusung tema Nujazz yang atraktif yang membuat pendengar dimanjankan dengan alunan melodi yang dimainkan, bahkan tak sedikit lagu-lagu dari band ini yang membuat kita menggoyangkan tubuh atau minimal mengangguk-anggukkan kepala. Band unik ini dibentuk oleh 5 personil yaitu Daisuke (Sax), Makoto (Trumpet), Mel ten (Keyboard), Yuki (Bass) dan Yohei (Drums) pada tahun 2004 di Tokyo. Mereka ber-5  membuat musik jazz yang terkesan berat dan cenderung untuk kalangan tertentu menjadi musik yang easy listening dan diterima di segala kalangan tanpa meninggalkan ciri khas jazz itu sendiri. Lagu mereka mulai dikenal salah satunya yang berjudul Dental Thriller yang menjadi soundtrack game sepak bola PES 2011. Mereka sering mengadakan konser-konser di jepang, jika ada yang berminat untuk melihat bisa di cek jadwalnya via twitter mereka @JABBERLOOP_ atau fanpage di facebook. Atau cukup melihat via youtube.


Discography
Pada tahun 2007 Jabberloop merilis album berjudul UGETSU yang berlabelkan UK, yang menarik perhatian media internasional, termasuk Gilles Peterson dari Radio BBC "worldwide". Pada tahun yang sama mereka mengeluarkan album yang berjudul "INFINITE JAZZ" yang berhasil memenangkan ADLIB AWARDS 2007 Domestic Club Dance Price (Japanese Jazz magazine).

Pada tahun 2008 mereka kembali merilis album kompilasi yang berjudul "INFINITE WORKS" yang berisi lagu-lagu yang populer dari album sebelumnya dan beberapa lagu lain yang di remix.

Kemudian pada April 2009 album "CHECK THIS OUT" dirilis , dalam album ini lagu SHIROKUMA adalah yang paling sering diperdengarkan dan menjadi nomor 1 dalam chart iTunes Jazz di jepang, dan albumnya sendiri menduduki peringkat 2 dalam chart iTunes di jepang

untuk mengetahui info lebih lanjut tentang band satu ini silahkan kunjungi website resmi JABBERLOOP 

Barry LIkumahuwa

Meski sempat terbebani nama besar sang ayah, putra Benny Likumahuwa ini akhirnya bisa membuktikan diri dan mengukir jejak sendiri. Di tangannya, instrumen bass dan musik jazz jadi terdengar asyik dan bisa dinikmati semua kalangan.

Lahir dan besar di lingkungan pemusik, mau tak mau menyeret Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa jatuh cinta pada musik. Bagaimana tidak, sejak masih di dalam kandungan sang bunda, Ribkah Ariadini, Barry, demikian ia biasa disapa, setiap hari dicekoki dengan musik, terutama musik jazz kreasi sang ayah, Benny Likumahuwa.Tapi, kecintaan Barry yang sesungguhnya pada jazz baru benar-benar tumbuh saat usia 11 tahun.

Masuk bangku SMA, Barry membentuk band bersama teman sekolahnya. Menjajal berbagai panggung sekolah, Barry seolah tak terpisahkan dengan bass-nya. “Aku pilih bass karena aku tertarik mengeksplornya. Orang kan, tahunya bass cenderung sebagai instrumen belakang, hanya untuk rhtym dan menjaga beat. Usai kuliah, Barry kembali menggantungkan hidup dari musik. Meski rajin menggelar pertunjukan, tak banyak rupiah yang bisa diraup Barry kala itu. “Udah pada tahulah kalau jazz itu kan, bayarannya paling kecil,” seloroh Barry. Tapi, dewi fortuna akhirnya memihak pada Barry. Pada satu pertunjukan di tahun 2003, ia dipertemukan dengan Glenn Fredly.

Glenn yang jatuh cinta dengan betotan bass Barry yang apik, langsung menggandengnya menjadi personil tetap di band pengiring. Dari sinilah perjalanan profesional Barry dimulai. Perlahan namun pasti, nama Barry pun mulai dikenal, tak hanya di kancah musik jazz, tapi juga pop.

Meski sempat “mendua”, rupanya hati dan jiwa Barry tetap terikat pada jazz. Mimpi dan obsesinya pun hanya untuk genre musik satu ini. Lebih jauh, pria berlesung pipi ini bahkan juga berhasrat menjadikan bassis sebagai pentolan alias garda depan. Hasrat inilah yang mendorong Barry menelurkan proyek solo perdananya yang dinamai Barry Likumahuwa Project (BLP), 2006 silam.

Awalnya serba tak sengaja. Saat ajang tahunan Java Jazz digelar tahun itu, Barry diminta mengisi salah satu panggung. Karena dadakan, Barry yang belum memiliki band, terpaksa mencomot teman-teman pemusik yang sudah dikenalnya, dan menggunakan namanya sendiri sebagai nama band.

Tak disangka, band instan itu justru memukau. Tahun 2008 BLP meluncurkan album perdana bertajuk Goodspell dengan hits Mati Saja. Alirannya, tentu saja jazz. Sembilan dari 11 lagu di album ini adalah ciptaan Barry. Hebatnya, kemunculan BLP berhasil mencuri perhatian, khususnya kaum muda.

Indra Lesmana

Indra Lesmana, seorang pianis jazz top indonesia kelahiran jakarta 28 maret 1966, dari pasangan Nien Lesmana dan Jack Lesmana. Karir Indra dalam dunia musik dimulai saat usianya baru 10 tahun. Ia tampil bersama ayahnya di Bandung pada bulan Maret 1976 dengan instrumen keyboards. Dua bulan kemudian, bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indra bermain keyboards dalam sebuah konser jazz yang melibatkan musisi senior seperti Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, dan penyanyi Broery Marantika. Tahun 1978, Indra mulai merekam dan merilis album pertamanya "Ayahku Sahabatku". Sejak awal, gaya bermusik Indra telah banyak dipengaruhi oleh gaya John Coltrane, Miles Davis, Mc Coy Tyner dan Charlie Parker, yang dipelajarinya melalui rekaman mereka.

Tahun 1978, Indra bersama ayahnya berkesempatan pergi ke Australia untuk tampil dalam pekan budaya ASEAN Trade Fair. Saat itulah, atas saran ayahnya, Indra mecoba untuk mengikuti ujian masuk di Conservatorium of Music dan akhirnya diterima. Atas bantuan Kedutaan Australia, Indra mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolah di New South Wales Conservatory School of Music di Sydney. Tak hanya itu, Kementrian luar negeri Australia pun memberikan izin menetap bagi Indra dan keluarganya.

Selama di Australia, Indra mendapatkan banyak ilmu dari Don Burrows, Roger Frampton dan Paul Mc Namara. Karir musiknya berkembang bersama dengan musisi Australia terutama bersama kelompok musik jazz kenamaan, seperti the Basement dan Soup Plus. Indra juga berpartisipasi dalam Manly Jazz Festival setiap tahunnya sampai tahun 1985. Selain itu, Indra juga bertemu musisi jazz tingkat dunia, seperti Chick Corea, Dizzy Gillespie, Mark Murphy, David Baker, dan Terumasa Hino dan beruntung bisa berbagi pengalaman bersama mereka.

Bersama ayahnya, Indra membentuk band bernama "Jack and Indra Lesmana Quartet bersama Karim Suweileh dan James Morrison. Mereka merilis album “ Children of Fantasy “ tahun 1981 saat berkunjung ke Indonesia. Saat kembali ke Australia, Indra membentuk band yang beraliran latin-jazz-fusion bersama Jack Lesmana, Steve Brien, Dale Barlow, Tony Thijssen and Harry Rivers. Band ini mengunjungi Indonesia bulan Agustus 1982 dan melakukan tur di 13 kota.

Indra mengembangkan gaya jazz-fusion-nya dengan membentuk band baru. Bersama Steve Hunter, Andy Evans, Ken James, Vince Genova, dan Carlinhos Gonzalves, Indra membentuk "Nebula" tahun 1982. Dalam album pertama mereka bertajuk "No Standing" terdapat 4 karya original Indra ( No Standing, The First, Sleeping Beauty, ‘Tis time to part ) dan ciptaan Steve Hunter, Samba for ET. Tahun 1983, Indra bergabung dengan Sandy Evans, Tony Buck dan Steve Elphick membentuk band beraliran jazz modern "Women and Children First". Album perdana mereka direkam tahun 1983.

Bakat bermusik Indra tercium oleh industri jazz Amerika. Zebra Records, perusahaan rekaman cabang dari MCA Records, menyatakan keinginan mereka untuk merilis album "No Standing" sebagai album solo Indra Lesmana. Kesepakatan tercapai tahun 1984 dan album tersebut dirilis di Amerika Serikat. Indra pindah ke Amerika Serikat tahun 1985. Ia pun membuat rekaman di Mad Hatter Studio dengan Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, dan Tooty Heath untuk albumnya yang bertajuk "For Earth and Heaven". Album tersebut di rilis tahun 1986 dan menjadi album internasionalnya yang kedua bersama Zebra Records. Kedua singlenya, "No Standing" (dari album "No Standing) dan dan "Stephanie" (dari album For Earth and Heaven) berhasil menduduki Billboard Charts untuk Jazz dan nomor satu di charts radio di Amerika Serikat.

Tak hanya dengan musisi jazz dunia, Indra pun seringkali berkolaborasi dengan musisi jazz tanah air. Sebut saja Gilang Ramadhan yang telah beberapa kali membuat kelompok musik dan album bersama, diantaranya mereka tergabung dalam PIG (bersama Pra Budi Dharma}, Java Jazz (bersama Mates, Donny Suhendra dan Embong Rahardjo).

Indra menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif dengan lebih dari 200 komposisi original, dan hampir 50 album, dengan 18 album solonya. Selain itu, Indra pun menjadi memproduseri beberapa album artis kenamaan tanah air, seperti Titi DJ (album Ekspresi), Sophia Latjuba (album Hanya Untukmu, Tiada Kata), Ermy Kulit (album Saat yang Terindah). Indra juga menggarap album soundtrack "Rumah ke Tujuh", yang diproduseri kakaknya, Mira Lesmana.

Indra pernah berpacaran selama 8 tahun dengan Titi DJ dan sempat berkolaborasi dengan membuat beberapa album dan lagu. Namun akhirnya Indra menikah dengan Sophia Latjuba dan mempunyai seorang anak perempuan, Eva Celia Lesmana. Namun pernikahan tersebut kandas. Indra pun menikah lagi dengan Hanny Trihandojo dan dikaruniai dua anak : Devo Lesmana dan Ravi Lesmana.

Senin, 28 April 2014

Glenn Fredly

Glenn fredly deviano latuihamalo adalah seorang penyanyi R&B dan penulis lagu, yang lahir di Ambon, Maluku pada 30 September 1975. Awal kariernya bermula saat dia menjadi vokalis "Funk Section". Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994) Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik. Tiga tahun kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk GLENN dengan bermodalkan 8 buah lagu. Dalam album ini terdapat 3 buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu "Kau" dan "Cukup Sudah" serta "MOBIL MAMA" yang menjadi hits di Malaysia.

 Album kedua diluncurkan pada tahun 2000 dengan judul KEMBALI. Dalam album ini terdapat beberapa hits seperti "Salam Bagi Sahabat" dan "Kasih Putih". Seperti album perdananya, album ini masih bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin. Album ini pun bernasib sama seperti album sebelumnya, meskipun cukup dikenal, namun kedua album Glenn ini belum memenuhi keinginan major label baik itu dari segi popularitas maupun penjualan. Dengan keraguan besar dari pihak label, Glenn yang beragama Kristen ini meluncurkan album ketiganya bertajuk "Selamat Pagi, Dunia!" (2003). Tak dinyana banyak hits yang muncul dari album ini. Hits yang paling mengguncang Indonesia adalah lagu "Januari". Keberhasilan album ini membuat pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan Unplugged Live Performance.


Tahun 2005 Glenn ditawari untuk membuat satu buah album sebagai soundtrack dari film baru CINTA SILVER. Satu tahun kemudian Glenn mengeluarkan album lagi sebagai penghargaan dan rasa hormatnya kepada musisi-musisi terdahulu, bertajuk AKU & WANITA. Pada tahun yang sama Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul TERANG. Kemasan suguhan terbaru dari Glenn ini adalah album yang bernuansa Natal dikarenakan berbarengan dengan Natal 2006. Tahun 2007 Glenn kembali mengeluarkan album tergressnya. Bertajuk HAPPY SUNDAY , album ini diklaim sebagai wahana dalam memancarkan spirit baru memandang kehidupan secara global melalui media musik.

Pada Anugerah Musik Indonesia 2001, Glenn meraih penghargaan dalam kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik kategori musik R&B. Ia menikah dengan penyanyi Dewi Sandra pada tanggal 3 April 2006. Glenn juga perduli terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikannya saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk 'Soul For Indonesian Earth', sebagai penghargaan akan bumi, pada tanggal 7 Juli 2007. Pada tahun 2004, Glenn ikut serta dalam album milik Erwin Gutawa bertajuk "Salute to Koes Plus/Bersaudara". Dia menyanyikan dua lagu dalam album tersebut. Glenn menjadi pembimbing bagi grup vokal Pasto dalam sebuah acara pencarian bakat di Trans TV. Pasto memenangi kontes tersebut.

Pada awal tahun 2005, Glenn menciptakan lagu "Kita untuk Mereka", yang didedikasikan untuk korban Tsunami di Aceh. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok bernama "Indonesian Voices", terdiri dari penyanyi-penyanyi Indonesia, termasuk almarhum Gito Rollies, Harvey Malaiholo, Rio Febrian, Duta Sheila on 7, Fadly Padi, Kikan Cokelat, Ahhmad Albar, Vina Panduwinata, Baim, Delon, Tia AFI, Ruth Sahanaya, Syahrani, Ubiet, dan lain-lain.


Bersama dengan Indonesian Voices, Glenn ikut menyanyikan lagu "Rumah Kita" dalam album "Tribute untuk Ian Antono". Diakhir tahun 2011, Glenn berkolaborasi dengan Ras Muhamad membuat sebuah lagu berjudul "Tanah Perjanjian", lagu ini bercerita tentang keprihatinannya terhadap permasalahan di Papua. Dan lagu ini dibagikan secara gratis melalui situs resmi Rolling Stone Indonesia. Glenn berkolaborasi dengan Tohpati, menyanyikan lagu "Jejak Langkah". Dalam tahun 2011 bersama Sandy Sondhoro dan Tompi membuat "Trio Lestari".

Barry Likumahuwa Project (BLP)


Barry Likumahuwa sendiri adalah putra dari Benny Likumahuwa yang juga musisi jazz yang terkenal di kalangan penikmat jazz. Barry Likumahuwa sebelumnya lebih dikenal sebagai bassist dari Glenn Fredly dan sempat beberapa kali mengisi bass dalam beberapa album seperti Parkdrive oleh parkdrive dan Bass Heroes. Barry Likumahuwa juga sering mengisi beberapa coaching-clinic bass seperti clinic bersama Rayendra Sunito, drummer Parkdrive, dan bassist kaliber internasional, Victor Wooten. Tak ayal, Barry Likumahuwa menerima beberapa penghargaan musik seperti Best Bassist Wagega Music Festival 2001, 1st Winner of Indonesia Music Festival Bass Category held by Fender 2003, Best Bassist Asian Beat Festival Jakarta Final 2003.

Selain mengajak Matthew Sayer yang akan mengisi vokal di album keduanya, Barry juga coba memasukkan unsur musik yang berbeda. Salah satunya dangdut. Barry rupanya ingin memunculkan salah satu warna musik yang ada di Indonesia, terutama dari penggunaan alat musik tabla. ”Suara tabla cocok dengan nuansa musik saya yang nge-groove. Sejauh ini enggak ada kesulitan karena kami mengembangkan dari rhythm yang sudah ada,” ujar Barry. Dia juga menggunakan alat musik dari Ambon, tifa, pada salah satu lagu. Ayahnya, musisi Benny Likumahuwa, diajak turut serta bermain di lagu tersebut. 









Sandhy Sondoro

Sandhy Sondoro, lahir di pulau Jawa, Indonesia. Sandhy lahir dari keluarga yang mencintai musik. Di rumahnya selalu terdengar irama Pop Amerika, folk, jazz dan blues yang berasal dari permainan gitar sang Ibu atau ayahnya sehari-hari. Bukan musik tradisional Indonesia yang mempengaruhinya melainkan musik soul dan blues. Sandhy Sondoro tidak hanya penyanyi, penulis lagu, dan pemain gitar yang baik, dia juga memiliki banyak bakat lainnya seperti ahli menggambar dan memasak. Di Indonesia, Sandhy Sondoro mulai bermain di sebuah band ketika SMA.

Sandhy membawakan lagu-lagu rock dari band Van Halen, Mr Big atau The Black Crowes dalam band tersebut. Pada usia 18 tahun ia pergi mengunjungi pamannya di California dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Setahun kemudian ia pergi ke Jerman untuk belajar arsitektur. Kesulitan berbuah hasil. Di Berlin, Sandhy yang hidup sendiri terpaksa mandiri. Mulai dari mencari uang makan, belajar memasak, hingga membiayai studinya. Tak ayal, ia mesti memutar otak dan memeras keringat.

Dorongan untuk bermusiklah yang akhirnya menjadikan jalan untuk mengumpulkan pundi-pundi penyambung hidup. Ia pun mulai menjajaki jalan-jalan kota Berlin, mengamen di Metro, dari pub ke pub. Di jalanan Berlin ini pula ia mulai dikenal dan berkenalan dengan sejumlah musisi dan produser. Setelah mengeluarkan album bertitel Why don't we debut yang mengukuhkan keberadaan, serta kualitas dirinya sebagai 'pendatang luar' di blantika musik Jerman, dan mendapat apresiasi positif oleh banyak kalangan di benua biru itu.

Kini single terbaru Shine hasil kolaborasi dengan duo DJ Ibiza dan Dublex Inc, terus menapaki posisi atas airplay dan chart radio di kota-kota besar Eropa seperti Berlin, Austria, Madrid, dan Paris. Sandhy yang mengidolai Almarhum Benyamin S. ini sudah lama memulai karir musik profesional. Namun baru banyak dikenal publik Jerman setelah tampil di salah satu acara televisi nasional Jerman ProSieben yaitu TV Total pada 2007.

Akhirnya Sandhy Sondoro ikut dalam ajang kontes seperti American Idol bernama SSDSDSSWEMUGABRTLAD di TV Jerman Pro7 (ProSieben). Seperti halnya Indonesian Idol, acara ini cukup sohor di Jerman yang dipandu host Stefan Raab. Jelas ini membanggakan kita sebagai orang Indonesia. Kecintaan pada musik dan keharusan bertahan hidup sambil menyelesaikan kuliah, ia jalani sebagai musisi jalanan. Bernyanyi di trotoar hingga ke subway sekalipun adalah keseharian seorang Sandhy Sondoro. Lagunya yang cukup terkenal Down On The Street merupakan detail soundtrack kehidupannya yang diasah lewat pengalaman ber-jam session dengan sejumlah musisi lain di sebuah jazz bar di jantung kota Berlin.

Kemampuannya menulis, mengaransemen, dan menyanyikan lagu cukup disegani kalangan musisi papan atas Jerman, seperti Gregor Meyle. Berbagai panggung prestise semacam House of World Cultures atau Museum Isle di Berlin juga pernah disinggahi Sandhy Sondoro sebagai tempat mengekspresikan musiknya. Memang menarik untuk menyimak perjalanan karir musik Sandhy Sondoro di negeri orang yang secara tidak sengaja menyeret nama Indonesia, negara asalnya, yang kini ia harumkan lewat banyak prestasi. Untuk itu pula pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.

maliq d essentials

MALIQ & D'ESSENTIALS di bentuk pada 15 mei 2002 terdiri dari 8 orang pesonil yg mengusung musik yang di sebut soulful. Nama MALIQ adalah kepanjangan dari MUSIC AND LIVE INSTRUMENT QUALITY yang di buat konsepnya oleh Angga dan Widi (producer, composer, arranger & song writer) dan Indra Sulisto yang pada saat itu menjadi executive producer sekaligus manager dari band MALIQ & D'ESSENTIALS saat itu. D'ESSENTIALS adalah sebutan utk personil lainnya yaitu : Indah & Dimi (voices), Satrio (strings), Ifa (keys), Jawa (bass) serta Amar (horns) yg telah menjadi kesatuan & tak dapat dipisahkan.

MALIQ & D'ESSENTIALS pada awalnya adalah sebuah band yg memulai kariernya dgn tampil di berbagai macam café dan lounge. Barulah pada pertengahan tahun 2004 MALIQ & D'ESSENTIALS masuk ke dunia rekaman dan albumnya dirilis awal tahun 2005 dgn single pertama "Terdiam" & single kedua "Untitled" serta di awal tahun 2006 dirilis album repackaged yg disebut "1st MALIQ & D'ESSENTIALS Special Edition" dengan single pertama yg berjudul "The One". Pada saat yg bersamaan dgn keluarnya album repackaged 1st MALIQ & D'ESSENTIALS, salah satu vocalist yg bernama Dimi juga mengundurkan diri untuk mengerjakan album solonya yg pertama.

Semenjak tahun 2006 MALIQ & D'ESSENTIALS melanjutkan perjalan dgn ketujuh personilnya. Kami melanjutkan perjalan dgn membuat album berikutnya, yg bertajuk "FREE YOUR MIND" di awal tahun 2007. Single pertama album ini adalah "Heaven", yg kemudian di ikuti dgn single kedua, "Beri Cinta Waktu". Penawaran yg sangat menyenangkan dtg di bulan September, yaitu membuat soundtrack sebuah film yang akan di rilis pada awal tahun berikutnya. MALIQ & D'ESSENTIALS memutuskan untuk membuat lagu2 yg di masukkan ke dlm soundtrack tersebut menjadi album repackaged "FREE YOUR MIND" dengan single yg berjudul "Dia".
[B]Album ke 4 dari Maliq & d’Essential ini diberi judul The Beginning of A Beautiful Life, yang menampilkan 7 lagu berwarna soul, jazz dan r&b. lagu2 Maliq di album ini menyodorkan tema cinta yg universal. Single unggulannya yaitu lagu berjudul “Terlalu” punya nuansa funk yg asyik, lirik yg nakal dan asyik buat melantai santai.

Terjadi lagi penggantian personil bersamaan dgn pergantian tahun dari 2007 ke 2008. Gitaris MALIQ & D'ESSENTIALS "Satrio" mengundurkan diri & kemudian [B]digantikan oleh "Lale" tentu saja dgn khas warna nya yg berbeda sehingga bisa menambah warna baru di MALIQ & D'ESSENTIALS. Kami juga menyebut penggemar MALIQ & D'ESSENTIALS dgn "D'Essentials" yg sampai saat ini sudah lebih 10.000 orang anggota di dlmnya & akan terus berkembang seiring dgn perubahan waktu & perjalanan band ini. Perjalanan selama 6 tahun sejak terbentuknya MALIQ tdk terlepas dari dukungan yg sangat berarti dari D'Essentials, yg selalu setia memberikan kritik & saran utk menjadi lebih baik & sudah menjadi bagian dari MALIQ & D'ESSENTIALS itu sendiri. Hingga kita bisa mewujudkan salah satu mimpi dari Kami yaitu mempunyai studio rekaman yg bernama "ORGANIC" & kantor manajement dengan nama "THE ONE Management" yg berdiri di Jakarta Selatan.

Discography

Personil
(2002-Sekarang) Angga - Vokal
(2002-Sekarang) Indah - Vokal
(2002-Sekarang) Jawa - Bass
(2002-Sekarang) Widi - Drum
(2002-Sekarang) Lale - Gitar
(2002-Sekarang) Ilman - Keyboard

Album
(2005) 1st
(2006) 1st Special Edition
(2007) Free Your Mind
(2008) Free Your Mind - Repackaged
(2009) Mata Hati Telinga
(2010) The Beginning Of A Beautiful Life
(2013) Sriwedari 

Dira Sugandhi


Dira Julianti Sugandi atau lebih sering dikenal dengan Dira sugandi, adalah wanita cantik kelahiran 29 Juli 1979 asal bandung, dia adalah salah satu penyanyi jazz internasional asal Indonesia. Sejak kecil Dira sudah banyak mendengarkan koleksi musik Jazz ayahnya seperti Frank sinatra, Nat king cole, Louis amstrong, maka dari itu dia tidak begitu sulit berkecimpung dalam dunia jazz.


Ketika masih duduk di bangku sekolah Dira berkeinginan untuk serius dalam bidang musik dan hampir saja mengikuti ajang pencarian bakat Asia bagus di Singapura namun pada waktu itu dia lebih memprioritaskan ujian sekolah mau tidak mau dia harus mengurungkan niatnya.
Kemudian dia mencari cara lain untuk menekuni musik, dengan sering tampil dalam event-event jazz di kafe. Dira Sugandhi adalah seorang penggemar Incognito salah satu punggawa jazz dari Inggris, dia hampir hafal setiap lagu-lagunya. 


incognito ft dira s

Tahun 2001 Incognito mengadakan konser di Indonesia tepatnya di bandung, Dira tidak mau melewatkan kesempatan ini, dia menjadi penonton yang antusias dengan berdiri paling depan melihat idolanya bernyanyi di stage, hingga pada waktu membawakan lagu yang berjudul Still Friend of Mine vokalis Incognito, Xavier Barnett memberikan mic ke Dira yang merupakan kode supaya dia ikut bernyanyi, benar saja dia bernyanyi di panggung bersama idolanya. Ketika selesai acara Dira diajak ngobrol dan bertukar nomor handphone.


Tanpa diduga-duga keesokan harinya Dira ditelpon oleh pihak Incognito untuk berkolaborasi dalam konser-konser berikutnya, seperti di bandung, bali, dan Jepang. Dari situlah karir seorang Dira sugandhi melejit di dunia Jazz, dia pun kerap diundang dalam event-event jazz besar seperti Java jazz..berkolaborasi dengan punggawa jazz seperti Diane Warren, Roy Hargof, dan Ivan Liss dll, hingga pada tahun 2010 dia  merilis album perdana nya yang berjudul Dira - Something About The Girl.













incognito ft dira s



ORANGE PEKOE




Orange pekoe adalah duo musik dari negeri sakura yang terbentuk pada tahun 1998. Nama Orange pekoe digagas oleh Kazuma Fujimoto yang juga bermain gitar, komposer dan Tomoko Nagashima selaku penulis lirik dan vokal. Dalam bermusik Fujimoto terinspirasi oleh The beatles, Steve wonder dan Milton nascimento dan bermain akustik sebagus gaya bossanova dan samba, sementara itu vokal Nagashima berjenis Alto, dan dia juga fasih dalam menyanyikan lagu dalam bahasa inggris Dari situlah ciri khas alunan jazz Orange pekoe tercipta. Mereka tampil mulai dari duo sampai bermain dalam band besar yang bergaya orkestra. Mereka adalah salah satu grup musik bertalenta asal jepang. Mereka sudah tampil di panggung internasional salah satunya di Shibuya Hokkaido dan NHK Hall di tokyo.


Mereka berdua berasal dari prefektur Hyougo, dan lulusan dari Kwansei Gakuin University di Osaka, pada awalnya mereka mengisi acara musik dari kafe ke kafe di Kobe dan Osaka, dan pada tahun 2001 mereka merilis mini album self-title. Kemudian nama mereka mulai dikenal dan sering tampil di stasiun radio, kemudian pada april 2002 dibawah label BMG mereka merilis single terbarunya yang berjudul "Happy Valley", setelah itu keluarlah album kedua mereka yang berjudul Organic Plastic Music


Discography

Singles
Taiyō no Kakera" (太陽のかけら?, Released August 23, 2001)
Yawarakana Yoru" (やわらかな夜?, February 27, 2002)
Happy Valley" (April 24, 2002)
Honeysuckle" (July 24, 2002)
Beautiful Thing" (November 6, 2002)
Gokurakuchō ~Bird of Paradise~" (極楽鳥 ~Bird of Paradise~?, May 21, 2003)
Songbird" (ソングバード?, May 26, 2004)
Koganeiro no Hane" (黄金色の羽根?, June 29, 2005)
Sora no Niwa" (空の庭?, October 12, 2005)
Kirakira" (キラキラ?, September 5, 2007)
Marigold/Crystarhythm" (マリーゴールド/クリスタリズム?, May 27, 2009)


Full albums
Organic Plastic Music (May 22, 2002)
Modern Lights (July 2, 2003)
Poetic Ore ; Invisible Beautiful Realism (July 7, 2004)
Live2004 (February 23, 2005)
Grace (December 14, 2005)
Best Remixes(& Clips) (November 22, 2006)
Wild Flowers (November 21, 2007)
Crystalismo (July 8, 2009)
Mini-albums[edit]
orangepekoe (April 20, 2001)
orangepekoe in autumn (November 4, 2004)

untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi website resmi orange pekoe di  
www.orange-pekoe.com

INCOGNITO



Incognito adalah sebuah band asal Inggris yang merupakan salah satu anggota Acid Jazz Inggris. Incognito sendiri dalam bahasa latin berarti tidak diketahui atau in disguise, komposer sekaligus produser Incognito Jean-Paul ‘Bluey’ memilih nama itu karena dianggap cocok untuk proyek musik Jazz, Nama Incognito juga seperti mengizinkan untuk berganti-ganti arah musik dari album ke album agar audiens tetap menebak-nebak musik apa lagi yang dihasilkan.

Jean-Paul "Bluey"
Incognito dibentuk pertama kali oleh Bluey dan Tubbs Williams pada September 1979 di sebuah ruangan milik Bluey yang lengkap dengan gitar, fender precision bass, dan tape revox tua. ketika itu mereka tergabung dalam grup musik Light of the World, tapi mereka berkeinginan membuat grup baru yang terdiri dari anggota-anggota band lain seperti Ray Careless dari Tarantula Jef dari Sour Grapes, dan dalam kurun dua hari band baru tercipta dengan nama Incognito. Pada awalnya Incognito mengusung tema funkjazz, mirip seperti free jam session, tapi dengan struktur.

Pada waktu itu seorang DJ pelopor dan berpengaruh di Inggris Chris Hill yang juga mencintai musik soul dan jazz tertarik dengan band yang Bluey dan Tubbs William buat, kemudian memberikan kontrak rekaman, Ensign Label pada tahun 70-an. Berkat DJ Chris, Incognito berhasil merilis album perdananya yang beraliran funkjazz. 

Berikut member dari Incognito yang masih aktif sampai sekarang:

Keyboards, musical director 
Jean-Paul 'Bluey' Maunick
Matt Cooper

Vocals
Mo Brandis
Vanessa Haynes
Natalie Williams
Maysa Leak
Tony Momrelle
Imaani

Bass                                   
Francis Hylton

Drums                                
Francesco Mendolia

Percussion                          
João Caetano 

Trumpet                            
Sid Gauld

Sax/flute                             
Jamie Anderson

Trombone                           
Trevor Mires




Album
(1981) Jazz Funk
(1991) Inside Life 
(1992) Tribes, Vibes and Scribes 
(1993) Positivity
(1995) 100° and Rising
(1996) Beneath the Surface
(1999) No Time Like the Future
(2001) Life, Stranger Than Fiction
(2002) Who Needs Love                   
(2004) Adventures in Black Sunshine   
(2005) Eleven                                    
(2006) Bees + Things + Flowers          
(2008) Tales From the Beach              
(2010) Transatlantic R.P.M.                
(2012) Surreal                                    
(2014) Amplified Soul  

    

Live Album
(1996) Last Night in Tokyo - Live
(2010) Live in London: The 30th Anniversary Concert
(1992) Don't You Worry 'bout a Thing
(1996) Out of the Storm [remixes]

Single
(1980) Parisienne Girl / Summers Ended
(1991) Always There (feat. Jocelyn Brown)
(1992) Change
(1993) Givin' It Up
(1993) Still a Friend of Mine
(1994) Pieces of a Dream
(1995) Everyday
(1995) I Hear Your Name
(1995) Spellbound And Speechless
(1995) Where Did We Go Wrong
(1999) Nights Over Egypt
(2003) Can't Get You Out of My Head
(2012) Ain't It Time / The Less You Know

Appears On
Stolen Moments: Red Hot + Cool
1994 • Album • Various Artists
Red Hot + Rio
1996 • Album • Various Artists
The Hits
1998 • Compilation • Jocelyn Brown
INCredible Sound of Gilles Peterson
1999 • DJ Mix • Gilles Peterson
Designer Music V1
2000 • Compilation • Carl Craig
The Remixes 1997-2000 [remixes]
2000 • Compilation • Jazzanova
4hero Present 'Brazilika': An Eclectic Brazilian DJ-Mix From Marc Mac
2006 • DJ Mix • Marc Mac
The Trip: Navigated by Joey Negro [selector comp]
2006 • DJ Mix • Joey Negro
10th Anniversary
2006 • Compilation • Kyoto Jazz Massive
Confiote de Bits: A Remix Collection [remixes]
2009 • Compilation • Pépé Bradock

Compilation
(1996) Remixed
(1997) Double Up [remixes]
(1998) Blue Moods
(2000) Future Remixed
(2000) Best of Incognito
(2006) 20th Century Masters - The Millennium Collection: The Best of Incognito
(1981) Slipstream: The Best of British Jazz-Funk
(1992) NOW 22
(1993) The Best Dance Album in the World...Ever!
(1995) CMJ New Music Monthly 23 - July 95
(1996) Best of Acid Jazz
(1996) Science Fiction Jazz Volume 1
(2001) Acid Jazz Classics Vol. 4
(2003) Disco Jazz Vol 1: Jazz for the House Generation
(2004) Acid Jazz Classics
(2010) Backstreet Brit Funk
(2013) Beginner's Guide to Jazz Funk


Compilations Video
(2005) In Concert







 

jazzyjazz Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger